Minggu, 30 Oktober 2016
Kamis, 27 Oktober 2016
3 Hal yang Akan Membuat Orang Bahasia
Jika Kamu Punya 3 Hal ini Maka Kamu Akan Bahagia
Performed by Elfa
Kebanyakan orang berpikir kalau saya punya banyak harta maka
saya akan bahagia. Ada juga yang berpikir kalau punya teman yang banyak akan
bahagia. Ada juga yang berpikir kalau punya wajah yang rupawan maka ia akan
merasakan kebahagiaan. Hampir kebanyakan orang berpikir kebahagiaan diraih
dengan berusaha keras mencapai apa yang ia inginkan. Padahal sebenarnya
kebahagiaan bisa dirasakan di mana saja dan kapan saja.
Kapan seseorang dapat merasakan kebahagiaan?, yaitu mana kala
di dalam dirinya ada tiga hal berikut:
1. Kebiasaan yang
baik
Seseorang
yang punya kebiasaan yang baik menjadikan kehidupan sehari-harinya tentram. Ia tidak
mudah terpengaruh oleh suasana dan hiruk pikuk permasalahan dunia. Ia
senantiasa berpikir dan melakukan hal yang positif. Ia tahu bahwa kebiasaan
yang baik akan melahirkan hal-hal yang positif. Ketika banyak orang yang senang
membicarakan keburukan orang lain maka ia tidak ikut menjelekkan orang lain.
Yang ia lakukan semata-mata adalah hal yang positif dan mengandung kebaikan.
Biasa
melakukan kebaikan menjadikan seseorang termotivasi untuk senantiasa dapat
berbuat lebih dalam hal kebaikan dan mendorong seseorang semangat bekerja.
Semangat tidak lahir dari hal-hal yang negative. Ia akan muncul dari hal-hal
yang positif.
Kebiasaan
yang baik mendorong seseorang untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat
sekitar. Ia akan senantiasa mudah bersosialisasi dalam kehidupan di masyarakat.
Ia akan merasakan ketenangan dalam berinteraksi dengan orang lain karena
kebiasaan baiknya membuat ia merasa tidak ada beban kesalahan ketika ia
berbicara dengan orang lain.
2. Rizki yang baik
Sumber
rizki seseorang juga dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Ketika seseorang
memperoleh rizki dari jalan yang tidak baik maka ia mungkin akan senantiasa
diiringi dengan perasaan was-was dan ketidak tentraman dalam menjalani
aktifitas sehari-hari. Sesuatu yang tidak baik akan menggiring seseorang kepada
ketidak nyamanan dan rasa tidak tentram.
Bayangkan
saja jika seseorang mengambil rizki dari sesuatu yang bukan haknya, tentu ia
akan merasa khawatir jika sang pemilik hak akan menuntut apa yang sudah menjadi
haknya. Bayangkan juga ketika seseorang mencari rizki dengan menggunakan jalan
yang menyimpang, tentu ia akan disibukkan dengan menjaga dirinya agar tetap
aman dan sibuk menjauhkan diri dari masalah akibat jalan yang ia tempuh.
Rizki
yang baik merupakan salah satu jalan terbaik dalam mendapatkan ketentraman
dalam hidup. Kita seseorang mendapatkan harta dari jalan yang halal maka ia
akan memperoleh kebaikan, keberkahan dan manfaat yang baik dari apa yang ia
usahakan. Sebaliknya ketika seseorang memperoleh harti dari jalan yang tidak
adil maka ia akan sulit mendapatkan ketentraman. Maka untuk memperoleh
kabahagiaan hendaknya seseorang memperhatikan dari mana ia memperoleh rizki.
3. Jujur
Kejujuran
juga merupakan hal yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan. Dengan
kejujuran maka seseorang akan terlepas dari beban masalah yang terpendam.
Dengan kejujuran amak seseorang akan merasa lebih terbuka hati dan merasakan
ketentraman. Dengan kejujuran seseorang akan merasakan luasanya hati dan
lapangya dunia. Ia akan merasakan hidup yang penuh makna dan ia akan dengan
mudah untuk terus mengembangkan diri tanpa merasakan banyak beban hati.
Kejujuran
merupakan hal yang mungkin dianggap sepele akan tetapi mempunyai dampak yang
besar dalam meraih kebahagiaan dan ketentraman. Orang yang senantiasa menjaga
kejujuran akan lebih mudah untuk memperoleh ketentraman dan kebahagiaan.
Sebaiknya orang yang tidak berani menjaga kejujuran maka ia akan senantiasa
sulit untuk memperoleh ketentraman. Oleh karena itu untuk memperoleh
kabahagiaan hendaknya seseorang juga menjaga kejujuran sebisanya.
Semoga
bermanfaat.
Senin, 24 Oktober 2016
Kesuksesan Kita adalah Kesuksesan Orang Tua
KESUKSESAN KITA ADALAH
KESUKSESAN ORANG TUA
Orang
tua merupakan jalan satu-satunya kita bisa hidup di dunia. Karena kasih sayang
merekalah kita dapat bertahan hidup hingga saat ini. Oleh karena itu Allah
memuliakan orang tua di hadapan anak-anaknya. Keridhoan-Nya terletak di dalam
keridhoan kedua orang tua.
Jikalau
seseorang belum bisa membahagiakan orang tua, paling tidak janganlah menyakiti
hati keduanya. Kalau kita belum bisa membuat mereka tersenyum bahagia, paling
tidak jangan membuat mereka berdua menangis. Jikalau kita belum bisa
mendedikasikan diri kita untuk kebanggaan kedua orang tua, paling tidak
janganlah membuat mereka berdua malu. Seorang anak yang berbakti akan
senantiasa berusaha menjadikan orang tua senang dan bangga kepada anaknya.
Orang
tua akan merasa senang apabila melihat anaknya senang. Sebaliknya orang tua
juga akan merasa sedih manakala melihat putra putrinya sedih. Karena
kegembiraan anak adalah kegembiraan orang tua dan kesusahan anak adalah
kesusahan orang tua. Maka tidak berlebihan jika kesuksesan seorang anak adalah
juga kesuksesan kedua orang tua.
Demi
membantu anak meraih kesuksesan dan cita-cita sang anak, mereka rela bekerja
keras untuk membantu anaknya meraih impian. Susah payah mereka lalui dengan
senyum dan harapan agar kelak anaknya menjadi orang yang sukses. Kasih saying
mereka sungguh tiada terperi. Ketulusan mereka sungguh sulit diungkapkan dengan
kata-kata.
Sebagian
anak mungkin merasa tidak enak kepada ayah bunda karena sering mengomeli atau
marah kepada anak-anak. Padahal kemarahan mereka adalah semata-mata untuk
mengarahkan anak-anak kepada hal-hal yang baik dan positif di masa depan.
Walaupun sang anak merasa benar dan jengkel pada keduanya, namun dengan sabar
kedua orang tua terus berusaha mengarahkan anak-anaknya kepada kebaikan bagi
masa depan.
Tiada
orang tua yang ingin anaknya susah. Orang tua akan senantiasa menginginkan yang
terbaik untuk anak-anaknya. Mereka akan berusaha mendidik, membesarkan dan
merawat anaknya. Mereka akan mengawal sang anak hingga meraih kesuksesan. Kalaulah
kita tidak melihat mereka senantiasa memberikan dukungan di sisi kita, maka
sadarilah bahwa do’a-do’a mereka senantiasa mengiringi kita.
Ada
sebuah cerita bahwasanya terkisah seorang raja yang akan memberikan kepada
orang-orang yang hebat di negerinya. Maka datanglah tiga orang dengan kelebihan
masing-masing kepada sang raja. Masing-masing peserta memiliki kemampuan yang
luar biasa dan mampu membuat sang raja terkesan. Namun di sudut ruangan
ada seorang ibu tua yang sedang berdiri
menonton ketiga orang yang sedang bertanding di hadapan sang raja. Melihat
wanita tersebut maka sang raja heran dan bertanya siapakah kiranya wanita
tersebut. Maka sang wanita tersebut mengatakan bahwa ketiga orang yang sedang
bertanding itu adalah putra-putranya. Ia ingin melihat siapakah diantara ketiga
putranya yang akan diberi penghargaan oleh sang raja. Dengan tersenyum sang
raja turun dari tahtanya dan menghampiri wanita tersebut. Di hadapan sang ibu
itulah sang raja menyerahkan mahkota penghargaan kepada ibu tersebut sehingga
membuat sang iu terkesima keheranan.
Sang
ibupun bertanya kepada sang raja mengapa
ia menyerahkan mahkota kepada dirinya, bukannya kepada orang yang sukses di
hadapan sang raja. Maka sang rajapun menjelaskan bahwa tidak mungkin akan
muncul orang-orang yang hebat tanpa adanya seorang ibu yang hebat seperti
dirinya. Kesuksesan sang ibu dalam mendidik anaknya itulah yang menyebabkan
sang raja memilih untuk menyerahkan mahkota penghargaan kepada sang ibu.
Sesungguhnya
dibalik orang-orang yang besar dan hebata ada orang yang sangat berjasa besar
bagi kesuksesan mereka. Orang itu adalah kedua ayah bunda .
Semoga bermanfaat
Sabtu, 22 Oktober 2016
Ada Kebahagiaan di balik Kesederhanaan
Ada kebahagiaan di balik kesederhanaan
Kebahagiaan adalah hak siapapaun, dimanapun dan bagaimanapun
keadaan seseorang. Orang yang kaya berhak bahagia dan orang yang miskinpun juga
berhak untuk bahagia. Orang yang sehat berhak bahagia begutu pula yang dalam
keadaan sakit sekalipun juga berhak untuk merasakan kebahagiaan. Orang yang
tinggal di perkotaan juga berhak bahagian begitu pula orang yang tianggal di
pedesaan. Intinya semua orang berhak untuk bahagia.
Oleh karena itu kita harus tahu di mana letak kebahagiaan. Jika
kebahagiaan diletakkan pada banyaknya harta maka yang miskin tidak akan
bahagia. Jika kebahagiaan diletakkan di dalam pangkat atau jabatan seseorang
maka orang yang tidak punya jabatan tidak akan merasakan kebahagiaan. Jika
kebahagiaan terletak pada wajah yang rupawan maka yang kurang rupawan juga
tidak akan merasakan kebahagiaan. Padahal semua orang berhak untuk merasakan
kebahagiaan.
Kebahagiaan itu dirasakan di dalam hati seseorang. Walapun
seseorang hanya memiliki harta yang sedikit tapi kalau hatinya lapang maka ia
akan merasakan kebahagiaan. Sebaliknya walaupun seseorang punya banyak kekayaan
tetapi hatinya sempit, banyak masalah dan tidak tentram maka kekayaannya itu
tidak akan membuatnya bahagia.
Begitu pula walapun seseorang tidak punya kedudukan, namun ia
memiliki perasaan yang terbuka maka ia akan merasakan ketentraman mskit tanpa
punya kedudukan. Sebaliknya orang yang punya kedudukan dan jabatan akan tetapi
hatinya senantiasa dirundung oleh kesusahan maka ia tidak akan merasakan
kebahagiaan dalam kesehariannya.
Begitupula orang yang
ketampananya sedang-sedang saja namun ia memiliki hati yang syukur maka ia akan
merasakan ketentraman dan kebahagiaan. Sebaliknya orang yang tampan rupawan
kalau ia selalu merasa kekurangan, kurang percaya diri, sibuk merias diri tanpa
ada rasa syukur maka ia juga tidak akan merasakan ketentraman.
Sebenarnya ada kebahagiaan dibalik kesederhanaan. Bukan berarti
kita tidak boleh bekerja keras, harus miskin ataupun tidak berhak punya
jabatan. Akan tetapi cara pikir dan cara pandang hati kita akan materi dunia
inilah yang disederhanakan. Bukan kemewahan yang kita usahakan tapi kenyamanan.
Bukan hanya kedudukan yang diusahakan tapi manfaatnya bagi orang banyak. Bukan
ketampanan saja yang diusahakan tapi rasa syukur atas anugerah yang diberikan
dari Yang Maha Kuasa.
Ada kesederhanaan di balik kesederhanaan. Menyederhanakan hidup
membuat orang lebih tentram dan tidak merasakan beban terlalu banyak dalam
hidupnya. Walaupun seseorang punya kesibukan yang banyak tetapi ia berpikir
sederhana maka ia akan dengan mudah menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada
di hadapannya.
Kebahagiaan itu penting dan mengusahakaan kebahagiaan itu lebih
penting. Karena kebahagaian tidak akan dirasakan di dunia tanpa diusahakan. Mengusahakan
kebahagiaan bukan dimulai dengan mengumpulkan harta yang banyak, atau
menjadikan tampan rupawan ataupun mengusahakan kedudukan yang tinggi dan
jabatan yang tinggi. Akan tetapi yang lebih utama adalah mengusahakan bagaimana
kita bisa menata hati dalam setip menghadapi tantangan dan persoalan hidup yang
kita hadapi. Setiap orang tentu punya masalah dan persoalan yang harus
diselesaikan. Akan tetapi pokok utama dari permasalah adalah bagaimana cara
kita menyikapi masalah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia punya masalah dengan
kadar yang berbeda-beda. Seseorang lari dari masalah di dunia maka ia pindah ke
masalah yang lain. Seseorang tidak mau sibuk menjadi karyawan maka iapun akan
sibuk menjadi pengusaha. Seseorang tidak mau sibuk menulis iapun akan sibuk
menghafal. Seseorang tidak mau sibuk dalam kebaiakan maka iapun juga akan sibuk
menghindari kebaikan. Itulah sebabnya walapun seseorang tidak mau menghadapi
masalah sebenarnya ia pindah ke masalah lain.
Lari dari masalah bukan solusi terbaik. Akan tetapi menghadapi
masalah dengan kesederhanaan dan ketenangan akan lebih membuka jalan keluar
terbaik dari setiap permasalahan yang dihadapi seseorang. Sederhanakan dalam
berpikir, sederhanakan dalam bertindak, sederhanakan dalam mengambil keputusan,
sederhanakan dalam mengambil sikap, sederhanakan dalam menentukan pilihan,
sebab kesederhanaan adalah bagian dari jalan menuju kebahagiaan.
Semoga bermanfaat
Rabu, 19 Oktober 2016
CARA PINTAR MENGELOLA MASALAH DALAM HIDUP
CARA
PINTAR MENGELOLA MASALAH DALAM HIDUP
Setiap
orang memiliki ujian dan masalah yang berbeda-beda dalam kehidupan dirinya.
Namun yang terpenting bukanlah seberapa banyak masalah yang ia hadapi dan
seberapa besar tatangan yang ia hadapi. Akan tetapi bagaimana cara dirinya
menyikapi masalah yang ada di hadapannya.
Ada
sebuah kisah yang menginspirasi banyak orang tentang cara bagaimana seseorang
menyikapi masalah dalam hidupnya.
Seorang
profesor berdiri di depan kelas dan mempunyai beberapa barang di mejanya.
Saat kelas dimulai, dia mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mulai mengisinya dengan bola golf.
Kemudian dia berkata pada mahasiswanya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menjawab "Ya!" Jawab mahasiswa.
Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan memasuk...kannya ke dalam toples. Batu-batu kerikil masuk mengisi tempat kosong diantara bola-bola golf.
Kemudian si profesor bertanya ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!" Jawab mereka lagi.
Selanjutnya profesor menuang sekotak pasir ke dalam toples, pasir tersebut memenuhi toples. Profesor bertanya lagi ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!"
Professor kemudian menuangkan secangkir teh ke dalam toples dan secara langsung mengisi ruang kosong diantara toples tersebut.
Para murid terheran...(apa maksudnya)
Kemudian profesor mulai menjelaskan
"Maksudnya adalah toples ini ibarat kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, kerabat dan teman. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu kerikil mewakili kekayaan mu, karirmu, rumah dan mobilmu."
"Pasir adalah hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan ada ruang yang tersisa untuk batu-batu kerikil dan bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika yang pertama kali kalian masukkan dalam hidup adalah hal-hal sepele, maka tidak akan ada ruang untuk Tuhan, keluarga, anak-anak, teman dan kerabat. "
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting."
"Jadi...."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Mendekatkan diri pada Tuhan, selalu luangkan waktu untuk orang-orang yang anda kasihi, orang tua, anak2, pasangan anda. Berikanlah perhatian terlebih dahulu pada bola-bola golf dan yang terakhir baru urus pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa bertanya, "Kalau teh yang Bapak tuangkan, mewakili apa?"
Profesor menjawab sambil tersenyum." Saya menunggu pertanyaan itu. Hal itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir teh bersama sahabat." Terjemahan dari “GOOGLE BOTTLE” .
Saat kelas dimulai, dia mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mulai mengisinya dengan bola golf.
Kemudian dia berkata pada mahasiswanya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menjawab "Ya!" Jawab mahasiswa.
Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan memasuk...kannya ke dalam toples. Batu-batu kerikil masuk mengisi tempat kosong diantara bola-bola golf.
Kemudian si profesor bertanya ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!" Jawab mereka lagi.
Selanjutnya profesor menuang sekotak pasir ke dalam toples, pasir tersebut memenuhi toples. Profesor bertanya lagi ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!"
Professor kemudian menuangkan secangkir teh ke dalam toples dan secara langsung mengisi ruang kosong diantara toples tersebut.
Para murid terheran...(apa maksudnya)
Kemudian profesor mulai menjelaskan
"Maksudnya adalah toples ini ibarat kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, kerabat dan teman. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu kerikil mewakili kekayaan mu, karirmu, rumah dan mobilmu."
"Pasir adalah hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan ada ruang yang tersisa untuk batu-batu kerikil dan bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika yang pertama kali kalian masukkan dalam hidup adalah hal-hal sepele, maka tidak akan ada ruang untuk Tuhan, keluarga, anak-anak, teman dan kerabat. "
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting."
"Jadi...."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Mendekatkan diri pada Tuhan, selalu luangkan waktu untuk orang-orang yang anda kasihi, orang tua, anak2, pasangan anda. Berikanlah perhatian terlebih dahulu pada bola-bola golf dan yang terakhir baru urus pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa bertanya, "Kalau teh yang Bapak tuangkan, mewakili apa?"
Profesor menjawab sambil tersenyum." Saya menunggu pertanyaan itu. Hal itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir teh bersama sahabat." Terjemahan dari “GOOGLE BOTTLE” .
Oleh karena itu seseorang paling tidak harus tahu mana yang
menjadi prioritas dalam kehidupan dirinya. Terkadang seseorang sibuk memikirkan
masalah-masalah yang besar dalam kehidupan sedangkan ia lupa bahwa ada hal-hal
sepele yang menjadi prioritas dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal
ini tentu dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil tindakan dalam hidupnya.
Mengatur skala prioritas dan manajemen masalah sangat perlu
bagi seseorang. Kebiasaan mengatur setiap persoalan yang harus diselesaikan
terlebih dahulu akan menjdaikansesorang lebih bijak dalam mengelola dan
mengatur tatanan kehidupan dirinya.
Dalam hidup seseorang harus mennetukan masalah mana yang
harus ia selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai masalah yang seharusnya
lebih dahulu diselesaikan menjadi urutan terakhir yang ia pikirkan dan
kerjakan. Karena orang yang hebat bukanlah orang yang mampu mengatasi satu
masalah besar saja, akan tetapi ia mampu mengatur dan mensikapi setiap masalah
dengan baik dan bijaksana.
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)


