Kamis, 27 Oktober 2016

3 Hal yang Akan Membuat Orang Bahasia



Jika Kamu Punya 3 Hal ini Maka Kamu Akan Bahagia

Performed by Elfa
Kebanyakan orang berpikir kalau saya punya banyak harta maka saya akan bahagia. Ada juga yang berpikir kalau punya teman yang banyak akan bahagia. Ada juga yang berpikir kalau punya wajah yang rupawan maka ia akan merasakan kebahagiaan. Hampir kebanyakan orang berpikir kebahagiaan diraih dengan berusaha keras mencapai apa yang ia inginkan. Padahal sebenarnya kebahagiaan bisa dirasakan di mana saja dan kapan saja.
Kapan seseorang dapat merasakan kebahagiaan?, yaitu mana kala di dalam dirinya ada tiga hal berikut:
1.      Kebiasaan yang baik
Seseorang yang punya kebiasaan yang baik menjadikan kehidupan sehari-harinya tentram. Ia tidak mudah terpengaruh oleh suasana dan hiruk pikuk permasalahan dunia. Ia senantiasa berpikir dan melakukan hal yang positif. Ia tahu bahwa kebiasaan yang baik akan melahirkan hal-hal yang positif. Ketika banyak orang yang senang membicarakan keburukan orang lain maka ia tidak ikut menjelekkan orang lain. Yang ia lakukan semata-mata adalah hal yang positif dan mengandung kebaikan.
Biasa melakukan kebaikan menjadikan seseorang termotivasi untuk senantiasa dapat berbuat lebih dalam hal kebaikan dan mendorong seseorang semangat bekerja. Semangat tidak lahir dari hal-hal yang negative. Ia akan muncul dari hal-hal yang positif.
Kebiasaan yang baik mendorong seseorang untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Ia akan senantiasa mudah bersosialisasi dalam kehidupan di masyarakat. Ia akan merasakan ketenangan dalam berinteraksi dengan orang lain karena kebiasaan baiknya membuat ia merasa tidak ada beban kesalahan ketika ia berbicara dengan orang lain.
2.      Rizki yang baik
Sumber rizki seseorang juga dapat mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Ketika seseorang memperoleh rizki dari jalan yang tidak baik maka ia mungkin akan senantiasa diiringi dengan perasaan was-was dan ketidak tentraman dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Sesuatu yang tidak baik akan menggiring seseorang kepada ketidak nyamanan dan rasa tidak tentram.
Bayangkan saja jika seseorang mengambil rizki dari sesuatu yang bukan haknya, tentu ia akan merasa khawatir jika sang pemilik hak akan menuntut apa yang sudah menjadi haknya. Bayangkan juga ketika seseorang mencari rizki dengan menggunakan jalan yang menyimpang, tentu ia akan disibukkan dengan menjaga dirinya agar tetap aman dan sibuk menjauhkan diri dari masalah akibat jalan yang ia tempuh.
Rizki yang baik merupakan salah satu jalan terbaik dalam mendapatkan ketentraman dalam hidup. Kita seseorang mendapatkan harta dari jalan yang halal maka ia akan memperoleh kebaikan, keberkahan dan manfaat yang baik dari apa yang ia usahakan. Sebaliknya ketika seseorang memperoleh harti dari jalan yang tidak adil maka ia akan sulit mendapatkan ketentraman. Maka untuk memperoleh kabahagiaan hendaknya seseorang memperhatikan dari mana ia memperoleh rizki.
3.      Jujur
Kejujuran juga merupakan hal yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan. Dengan kejujuran maka seseorang akan terlepas dari beban masalah yang terpendam. Dengan kejujuran amak seseorang akan merasa lebih terbuka hati dan merasakan ketentraman. Dengan kejujuran seseorang akan merasakan luasanya hati dan lapangya dunia. Ia akan merasakan hidup yang penuh makna dan ia akan dengan mudah untuk terus mengembangkan diri tanpa merasakan banyak beban hati.
Kejujuran merupakan hal yang mungkin dianggap sepele akan tetapi mempunyai dampak yang besar dalam meraih kebahagiaan dan ketentraman. Orang yang senantiasa menjaga kejujuran akan lebih mudah untuk memperoleh ketentraman dan kebahagiaan. Sebaiknya orang yang tidak berani menjaga kejujuran maka ia akan senantiasa sulit untuk memperoleh ketentraman. Oleh karena itu untuk memperoleh kabahagiaan hendaknya seseorang juga menjaga kejujuran sebisanya.
Semoga bermanfaat.

Senin, 24 Oktober 2016

Kesuksesan Kita adalah Kesuksesan Orang Tua



KESUKSESAN KITA ADALAH KESUKSESAN ORANG TUA
Orang tua merupakan jalan satu-satunya kita bisa hidup di dunia. Karena kasih sayang merekalah kita dapat bertahan hidup hingga saat ini. Oleh karena itu Allah memuliakan orang tua di hadapan anak-anaknya. Keridhoan-Nya terletak di dalam keridhoan kedua orang tua.
Jikalau seseorang belum bisa membahagiakan orang tua, paling tidak janganlah menyakiti hati keduanya. Kalau kita belum bisa membuat mereka tersenyum bahagia, paling tidak jangan membuat mereka berdua menangis. Jikalau kita belum bisa mendedikasikan diri kita untuk kebanggaan kedua orang tua, paling tidak janganlah membuat mereka berdua malu. Seorang anak yang berbakti akan senantiasa berusaha menjadikan orang tua senang dan bangga kepada anaknya.
Orang tua akan merasa senang apabila melihat anaknya senang. Sebaliknya orang tua juga akan merasa sedih manakala melihat putra putrinya sedih. Karena kegembiraan anak adalah kegembiraan orang tua dan kesusahan anak adalah kesusahan orang tua. Maka tidak berlebihan jika kesuksesan seorang anak adalah juga kesuksesan kedua orang tua.
Demi membantu anak meraih kesuksesan dan cita-cita sang anak, mereka rela bekerja keras untuk membantu anaknya meraih impian. Susah payah mereka lalui dengan senyum dan harapan agar kelak anaknya menjadi orang yang sukses. Kasih saying mereka sungguh tiada terperi. Ketulusan mereka sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sebagian anak mungkin merasa tidak enak kepada ayah bunda karena sering mengomeli atau marah kepada anak-anak. Padahal kemarahan mereka adalah semata-mata untuk mengarahkan anak-anak kepada hal-hal yang baik dan positif di masa depan. Walaupun sang anak merasa benar dan jengkel pada keduanya, namun dengan sabar kedua orang tua terus berusaha mengarahkan anak-anaknya kepada kebaikan bagi masa depan.
Tiada orang tua yang ingin anaknya susah. Orang tua akan senantiasa menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka akan berusaha mendidik, membesarkan dan merawat anaknya. Mereka akan mengawal sang anak hingga meraih kesuksesan. Kalaulah kita tidak melihat mereka senantiasa memberikan dukungan di sisi kita, maka sadarilah bahwa do’a-do’a mereka senantiasa mengiringi kita.
Ada sebuah cerita bahwasanya terkisah seorang raja yang akan memberikan kepada orang-orang yang hebat di negerinya. Maka datanglah tiga orang dengan kelebihan masing-masing kepada sang raja. Masing-masing peserta memiliki kemampuan yang luar biasa dan mampu membuat sang raja terkesan. Namun di sudut ruangan ada  seorang ibu tua yang sedang berdiri menonton ketiga orang yang sedang bertanding di hadapan sang raja. Melihat wanita tersebut maka sang raja heran dan bertanya siapakah kiranya wanita tersebut. Maka sang wanita tersebut mengatakan bahwa ketiga orang yang sedang bertanding itu adalah putra-putranya. Ia ingin melihat siapakah diantara ketiga putranya yang akan diberi penghargaan oleh sang raja. Dengan tersenyum sang raja turun dari tahtanya dan menghampiri wanita tersebut. Di hadapan sang ibu itulah sang raja menyerahkan mahkota penghargaan kepada ibu tersebut sehingga membuat sang iu terkesima keheranan.
Sang ibupun bertanya kepada  sang raja mengapa ia menyerahkan mahkota kepada dirinya, bukannya kepada orang yang sukses di hadapan sang raja. Maka sang rajapun menjelaskan bahwa tidak mungkin akan muncul orang-orang yang hebat tanpa adanya seorang ibu yang hebat seperti dirinya. Kesuksesan sang ibu dalam mendidik anaknya itulah yang menyebabkan sang raja memilih untuk menyerahkan mahkota penghargaan kepada sang ibu.
Sesungguhnya dibalik orang-orang yang besar dan hebata ada orang yang sangat berjasa besar bagi kesuksesan mereka. Orang itu adalah kedua ayah bunda . 
Semoga bermanfaat

Journey to the Borneo Island (Perjalanan ke Pulau Borneo Kalimantan)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Ada Kebahagiaan di balik Kesederhanaan

Ada kebahagiaan di balik kesederhanaan

Kebahagiaan adalah hak siapapaun, dimanapun dan bagaimanapun keadaan seseorang. Orang yang kaya berhak bahagia dan orang yang miskinpun juga berhak untuk bahagia. Orang yang sehat berhak bahagia begutu pula yang dalam keadaan sakit sekalipun juga berhak untuk merasakan kebahagiaan. Orang yang tinggal di perkotaan juga berhak bahagian begitu pula orang yang tianggal di pedesaan. Intinya semua orang berhak untuk bahagia.
Oleh karena itu kita harus tahu di mana letak kebahagiaan. Jika kebahagiaan diletakkan pada banyaknya harta maka yang miskin tidak akan bahagia. Jika kebahagiaan diletakkan di dalam pangkat atau jabatan seseorang maka orang yang tidak punya jabatan tidak akan merasakan kebahagiaan. Jika kebahagiaan terletak pada wajah yang rupawan maka yang kurang rupawan juga tidak akan merasakan kebahagiaan. Padahal semua orang berhak untuk merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan itu dirasakan di dalam hati seseorang. Walapun seseorang hanya memiliki harta yang sedikit tapi kalau hatinya lapang maka ia akan merasakan kebahagiaan. Sebaliknya walaupun seseorang punya banyak kekayaan tetapi hatinya sempit, banyak masalah dan tidak tentram maka kekayaannya itu tidak akan membuatnya bahagia.
Begitu pula walapun seseorang tidak punya kedudukan, namun ia memiliki perasaan yang terbuka maka ia akan merasakan ketentraman mskit tanpa punya kedudukan. Sebaliknya orang yang punya kedudukan dan jabatan akan tetapi hatinya senantiasa dirundung oleh kesusahan maka ia tidak akan merasakan kebahagiaan dalam kesehariannya.
 Begitupula orang yang ketampananya sedang-sedang saja namun ia memiliki hati yang syukur maka ia akan merasakan ketentraman dan kebahagiaan. Sebaliknya orang yang tampan rupawan kalau ia selalu merasa kekurangan, kurang percaya diri, sibuk merias diri tanpa ada rasa syukur maka ia juga tidak akan merasakan ketentraman.
Sebenarnya ada kebahagiaan dibalik kesederhanaan. Bukan berarti kita tidak boleh bekerja keras, harus miskin ataupun tidak berhak punya jabatan. Akan tetapi cara pikir dan cara pandang hati kita akan materi dunia inilah yang disederhanakan. Bukan kemewahan yang kita usahakan tapi kenyamanan. Bukan hanya kedudukan yang diusahakan tapi manfaatnya bagi orang banyak. Bukan ketampanan saja yang diusahakan tapi rasa syukur atas anugerah yang diberikan dari Yang Maha Kuasa.
Ada kesederhanaan di balik kesederhanaan. Menyederhanakan hidup membuat orang lebih tentram dan tidak merasakan beban terlalu banyak dalam hidupnya. Walaupun seseorang punya kesibukan yang banyak tetapi ia berpikir sederhana maka ia akan dengan mudah menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di hadapannya.
Kebahagiaan itu penting dan mengusahakaan kebahagiaan itu lebih penting. Karena kebahagaian tidak akan dirasakan di dunia tanpa diusahakan. Mengusahakan kebahagiaan bukan dimulai dengan mengumpulkan harta yang banyak, atau menjadikan tampan rupawan ataupun mengusahakan kedudukan yang tinggi dan jabatan yang tinggi. Akan tetapi yang lebih utama adalah mengusahakan bagaimana kita bisa menata hati dalam setip menghadapi tantangan dan persoalan hidup yang kita hadapi. Setiap orang tentu punya masalah dan persoalan yang harus diselesaikan. Akan tetapi pokok utama dari permasalah adalah bagaimana cara kita menyikapi masalah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia punya masalah dengan kadar yang berbeda-beda. Seseorang lari dari masalah di dunia maka ia pindah ke masalah yang lain. Seseorang tidak mau sibuk menjadi karyawan maka iapun akan sibuk menjadi pengusaha. Seseorang tidak mau sibuk menulis iapun akan sibuk menghafal. Seseorang tidak mau sibuk dalam kebaiakan maka iapun juga akan sibuk menghindari kebaikan. Itulah sebabnya walapun seseorang tidak mau menghadapi masalah sebenarnya ia pindah ke masalah lain.
Lari dari masalah bukan solusi terbaik. Akan tetapi menghadapi masalah dengan kesederhanaan dan ketenangan akan lebih membuka jalan keluar terbaik dari setiap permasalahan yang dihadapi seseorang. Sederhanakan dalam berpikir, sederhanakan dalam bertindak, sederhanakan dalam mengambil keputusan, sederhanakan dalam mengambil sikap, sederhanakan dalam menentukan pilihan, sebab kesederhanaan adalah bagian dari jalan menuju kebahagiaan.
Semoga bermanfaat

Rabu, 19 Oktober 2016

CARA PINTAR MENGELOLA MASALAH DALAM HIDUP



CARA PINTAR MENGELOLA MASALAH DALAM HIDUP

Setiap orang memiliki ujian dan masalah yang berbeda-beda dalam kehidupan dirinya. Namun yang terpenting bukanlah seberapa banyak masalah yang ia hadapi dan seberapa besar tatangan yang ia hadapi. Akan tetapi bagaimana cara dirinya menyikapi masalah yang ada di hadapannya.

Ada sebuah kisah yang menginspirasi banyak orang tentang cara bagaimana seseorang menyikapi masalah dalam hidupnya.

Seorang profesor berdiri di depan kelas dan mempunyai beberapa barang di mejanya.

Saat kelas dimulai, dia mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mulai mengisinya dengan bola golf.

Kemudian dia berkata pada mahasiswanya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menjawab "Ya!" Jawab mahasiswa.

Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan memasuk...kannya ke dalam toples. Batu-batu kerikil masuk mengisi tempat kosong diantara bola-bola golf.
Kemudian si profesor bertanya ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!" Jawab mereka lagi.

Selanjutnya profesor menuang sekotak pasir ke dalam toples, pasir tersebut memenuhi toples. Profesor bertanya lagi ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!"

Professor kemudian menuangkan secangkir teh ke dalam toples dan secara langsung mengisi ruang kosong diantara toples tersebut.

Para murid terheran...(apa maksudnya)

Kemudian profesor mulai menjelaskan

"Maksudnya adalah toples ini ibarat kehidupanmu."

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, kerabat dan teman. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."

"Batu-batu kerikil mewakili kekayaan mu, karirmu, rumah dan mobilmu."
"Pasir adalah hal-hal yang sepele."

"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan ada ruang yang tersisa untuk batu-batu kerikil dan bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."

"Jika yang pertama kali kalian masukkan dalam hidup adalah hal-hal sepele, maka tidak akan ada ruang untuk Tuhan, keluarga, anak-anak, teman dan kerabat. "
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting."

"Jadi...."

"Berilah perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Mendekatkan diri pada Tuhan, selalu luangkan waktu untuk orang-orang yang anda kasihi, orang tua, anak2, pasangan anda. Berikanlah perhatian terlebih dahulu pada bola-bola golf dan yang terakhir baru urus pasirnya."

Kemudian salah satu mahasiswa bertanya, "Kalau teh yang Bapak tuangkan, mewakili apa?"

Profesor menjawab sambil tersenyum." Saya menunggu pertanyaan itu. Hal itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir teh bersama sahabat." Terjemahan dari “GOOGLE BOTTLE” .

Oleh karena itu seseorang paling tidak harus tahu mana yang menjadi prioritas dalam kehidupan dirinya. Terkadang seseorang sibuk memikirkan masalah-masalah yang besar dalam kehidupan sedangkan ia lupa bahwa ada hal-hal sepele yang menjadi prioritas dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil tindakan dalam hidupnya.
Mengatur skala prioritas dan manajemen masalah sangat perlu bagi seseorang. Kebiasaan mengatur setiap persoalan yang harus diselesaikan terlebih dahulu akan menjdaikansesorang lebih bijak dalam mengelola dan mengatur tatanan kehidupan dirinya.
Dalam hidup seseorang harus mennetukan masalah mana yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai masalah yang seharusnya lebih dahulu diselesaikan menjadi urutan terakhir yang ia pikirkan dan kerjakan. Karena orang yang hebat bukanlah orang yang mampu mengatasi satu masalah besar saja, akan tetapi ia mampu mengatur dan mensikapi setiap masalah dengan baik dan bijaksana.
Semoga bermanfaat.