Senin, 24 Oktober 2016

Kesuksesan Kita adalah Kesuksesan Orang Tua



KESUKSESAN KITA ADALAH KESUKSESAN ORANG TUA
Orang tua merupakan jalan satu-satunya kita bisa hidup di dunia. Karena kasih sayang merekalah kita dapat bertahan hidup hingga saat ini. Oleh karena itu Allah memuliakan orang tua di hadapan anak-anaknya. Keridhoan-Nya terletak di dalam keridhoan kedua orang tua.
Jikalau seseorang belum bisa membahagiakan orang tua, paling tidak janganlah menyakiti hati keduanya. Kalau kita belum bisa membuat mereka tersenyum bahagia, paling tidak jangan membuat mereka berdua menangis. Jikalau kita belum bisa mendedikasikan diri kita untuk kebanggaan kedua orang tua, paling tidak janganlah membuat mereka berdua malu. Seorang anak yang berbakti akan senantiasa berusaha menjadikan orang tua senang dan bangga kepada anaknya.
Orang tua akan merasa senang apabila melihat anaknya senang. Sebaliknya orang tua juga akan merasa sedih manakala melihat putra putrinya sedih. Karena kegembiraan anak adalah kegembiraan orang tua dan kesusahan anak adalah kesusahan orang tua. Maka tidak berlebihan jika kesuksesan seorang anak adalah juga kesuksesan kedua orang tua.
Demi membantu anak meraih kesuksesan dan cita-cita sang anak, mereka rela bekerja keras untuk membantu anaknya meraih impian. Susah payah mereka lalui dengan senyum dan harapan agar kelak anaknya menjadi orang yang sukses. Kasih saying mereka sungguh tiada terperi. Ketulusan mereka sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sebagian anak mungkin merasa tidak enak kepada ayah bunda karena sering mengomeli atau marah kepada anak-anak. Padahal kemarahan mereka adalah semata-mata untuk mengarahkan anak-anak kepada hal-hal yang baik dan positif di masa depan. Walaupun sang anak merasa benar dan jengkel pada keduanya, namun dengan sabar kedua orang tua terus berusaha mengarahkan anak-anaknya kepada kebaikan bagi masa depan.
Tiada orang tua yang ingin anaknya susah. Orang tua akan senantiasa menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka akan berusaha mendidik, membesarkan dan merawat anaknya. Mereka akan mengawal sang anak hingga meraih kesuksesan. Kalaulah kita tidak melihat mereka senantiasa memberikan dukungan di sisi kita, maka sadarilah bahwa do’a-do’a mereka senantiasa mengiringi kita.
Ada sebuah cerita bahwasanya terkisah seorang raja yang akan memberikan kepada orang-orang yang hebat di negerinya. Maka datanglah tiga orang dengan kelebihan masing-masing kepada sang raja. Masing-masing peserta memiliki kemampuan yang luar biasa dan mampu membuat sang raja terkesan. Namun di sudut ruangan ada  seorang ibu tua yang sedang berdiri menonton ketiga orang yang sedang bertanding di hadapan sang raja. Melihat wanita tersebut maka sang raja heran dan bertanya siapakah kiranya wanita tersebut. Maka sang wanita tersebut mengatakan bahwa ketiga orang yang sedang bertanding itu adalah putra-putranya. Ia ingin melihat siapakah diantara ketiga putranya yang akan diberi penghargaan oleh sang raja. Dengan tersenyum sang raja turun dari tahtanya dan menghampiri wanita tersebut. Di hadapan sang ibu itulah sang raja menyerahkan mahkota penghargaan kepada ibu tersebut sehingga membuat sang iu terkesima keheranan.
Sang ibupun bertanya kepada  sang raja mengapa ia menyerahkan mahkota kepada dirinya, bukannya kepada orang yang sukses di hadapan sang raja. Maka sang rajapun menjelaskan bahwa tidak mungkin akan muncul orang-orang yang hebat tanpa adanya seorang ibu yang hebat seperti dirinya. Kesuksesan sang ibu dalam mendidik anaknya itulah yang menyebabkan sang raja memilih untuk menyerahkan mahkota penghargaan kepada sang ibu.
Sesungguhnya dibalik orang-orang yang besar dan hebata ada orang yang sangat berjasa besar bagi kesuksesan mereka. Orang itu adalah kedua ayah bunda . 
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar