CARA
PINTAR MENGELOLA MASALAH DALAM HIDUP
Setiap
orang memiliki ujian dan masalah yang berbeda-beda dalam kehidupan dirinya.
Namun yang terpenting bukanlah seberapa banyak masalah yang ia hadapi dan
seberapa besar tatangan yang ia hadapi. Akan tetapi bagaimana cara dirinya
menyikapi masalah yang ada di hadapannya.
Ada
sebuah kisah yang menginspirasi banyak orang tentang cara bagaimana seseorang
menyikapi masalah dalam hidupnya.
Seorang
profesor berdiri di depan kelas dan mempunyai beberapa barang di mejanya.
Saat kelas dimulai, dia mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mulai mengisinya dengan bola golf.
Kemudian dia berkata pada mahasiswanya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menjawab "Ya!" Jawab mahasiswa.
Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan memasuk...kannya ke dalam toples. Batu-batu kerikil masuk mengisi tempat kosong diantara bola-bola golf.
Kemudian si profesor bertanya ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!" Jawab mereka lagi.
Selanjutnya profesor menuang sekotak pasir ke dalam toples, pasir tersebut memenuhi toples. Profesor bertanya lagi ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!"
Professor kemudian menuangkan secangkir teh ke dalam toples dan secara langsung mengisi ruang kosong diantara toples tersebut.
Para murid terheran...(apa maksudnya)
Kemudian profesor mulai menjelaskan
"Maksudnya adalah toples ini ibarat kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, kerabat dan teman. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu kerikil mewakili kekayaan mu, karirmu, rumah dan mobilmu."
"Pasir adalah hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan ada ruang yang tersisa untuk batu-batu kerikil dan bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika yang pertama kali kalian masukkan dalam hidup adalah hal-hal sepele, maka tidak akan ada ruang untuk Tuhan, keluarga, anak-anak, teman dan kerabat. "
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting."
"Jadi...."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Mendekatkan diri pada Tuhan, selalu luangkan waktu untuk orang-orang yang anda kasihi, orang tua, anak2, pasangan anda. Berikanlah perhatian terlebih dahulu pada bola-bola golf dan yang terakhir baru urus pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa bertanya, "Kalau teh yang Bapak tuangkan, mewakili apa?"
Profesor menjawab sambil tersenyum." Saya menunggu pertanyaan itu. Hal itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir teh bersama sahabat." Terjemahan dari “GOOGLE BOTTLE” .
Saat kelas dimulai, dia mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mulai mengisinya dengan bola golf.
Kemudian dia berkata pada mahasiswanya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menjawab "Ya!" Jawab mahasiswa.
Kemudian professor mengambil sekotak batu kerikil dan memasuk...kannya ke dalam toples. Batu-batu kerikil masuk mengisi tempat kosong diantara bola-bola golf.
Kemudian si profesor bertanya ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!" Jawab mereka lagi.
Selanjutnya profesor menuang sekotak pasir ke dalam toples, pasir tersebut memenuhi toples. Profesor bertanya lagi ke mahasiswanya, apakah toples sudah penuh?
"Ya!"
Professor kemudian menuangkan secangkir teh ke dalam toples dan secara langsung mengisi ruang kosong diantara toples tersebut.
Para murid terheran...(apa maksudnya)
Kemudian profesor mulai menjelaskan
"Maksudnya adalah toples ini ibarat kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, kerabat dan teman. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu-batu kerikil mewakili kekayaan mu, karirmu, rumah dan mobilmu."
"Pasir adalah hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut profesor, "Maka tidak akan ada ruang yang tersisa untuk batu-batu kerikil dan bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika yang pertama kali kalian masukkan dalam hidup adalah hal-hal sepele, maka tidak akan ada ruang untuk Tuhan, keluarga, anak-anak, teman dan kerabat. "
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak penting, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting."
"Jadi...."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu. Mendekatkan diri pada Tuhan, selalu luangkan waktu untuk orang-orang yang anda kasihi, orang tua, anak2, pasangan anda. Berikanlah perhatian terlebih dahulu pada bola-bola golf dan yang terakhir baru urus pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa bertanya, "Kalau teh yang Bapak tuangkan, mewakili apa?"
Profesor menjawab sambil tersenyum." Saya menunggu pertanyaan itu. Hal itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir teh bersama sahabat." Terjemahan dari “GOOGLE BOTTLE” .
Oleh karena itu seseorang paling tidak harus tahu mana yang
menjadi prioritas dalam kehidupan dirinya. Terkadang seseorang sibuk memikirkan
masalah-masalah yang besar dalam kehidupan sedangkan ia lupa bahwa ada hal-hal
sepele yang menjadi prioritas dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal
ini tentu dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil tindakan dalam hidupnya.
Mengatur skala prioritas dan manajemen masalah sangat perlu
bagi seseorang. Kebiasaan mengatur setiap persoalan yang harus diselesaikan
terlebih dahulu akan menjdaikansesorang lebih bijak dalam mengelola dan
mengatur tatanan kehidupan dirinya.
Dalam hidup seseorang harus mennetukan masalah mana yang
harus ia selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai masalah yang seharusnya
lebih dahulu diselesaikan menjadi urutan terakhir yang ia pikirkan dan
kerjakan. Karena orang yang hebat bukanlah orang yang mampu mengatasi satu
masalah besar saja, akan tetapi ia mampu mengatur dan mensikapi setiap masalah
dengan baik dan bijaksana.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar