Keadaan ini pasti berlalu
Presented by
eLFa
“ Bagaimanapun
keadaan kita ingatlah bahwa “keadaan ini pasti berlalu”, sehingga kita bisa
bersikap bijak”.
Motivasi ini kami dedikasikan untuk siapa saja dalam kondisi
apa saja yang ingin bangkit
Suatu hari Ayas
berkata kepada ayahnya “ Wahai ayah, tuliskanlah untukku sebuah kalimat di
secarik kertas yang mana jika aku membacanya ketika sedih maka hilanglah
kesedihanku dan membuatku tentram, dan jika kubaca ketika aku gembira maka aku
dapat bersikap bijak”. Maka sang ayah menulis sebuah kata di secarik kertas,
kemudian memberikannya kepada ayas. Ketika Ayas membukanya maka iapun tersenyum
senang. Di secari kertas itu tertulis ”Keadaan ini pasti berlalu”.
Sepintas
kalimatnya begitu singkat dan sederhana, namun jika diresapi dengan
sungguh-sungguh maka kita akan menemukan makna yang begitu dalam dalam kalimat
terebut. Sadar maupun tidak sesungguhnya dalam hidup ini kita telah melewati
banyak masalah dan ujian, sedih, sakit, lapar dan berbagai macam kesulitan lainnya.
Begitu pula berapa banyak kesenangan yang kita rasakan selama hidup kita. Namun
tanpa sadar semua itu telah berlalu dan menjadi kenangan. Semua kesulitan yang
kita hadapi sesungguhnya pasti berlalu.
Waktu merupakan
sebuah nikmat yang sering dilalikan oleh manusia. Sesungguhnya waktu terus
berputar entah dengan tawa kita maupun tangis kita. Dan waktu tidak akan
kembali ketika kita telah menyia-nyiakannya. Walaupun kita menyesal dengan
waktu yang telah kita lewati, sang waktu tetap terus berjalan dan tidak akan
pernah kembali. Maka sesungguhnya pesnyesalan yang berlebihan juga sama dengan
menyia-nyiakan waktu. Sebaik-baik penyesalan adalah mengganti apa yang kita
sesalkan dengan kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan.
Manusia juga
tidak harus menyalahkan keadaan, namun yang lebih baik adalah bagaimana ia
menyikapi keadaan tersebut. Ketika seseorang dalam keadaan senang maka cara
menyikapi keadaan senang tersebut adalah dengan mensyukurinya dan tidak
belebih-lebihan sehingga menjerumuskan dirinya dalam kelalaian. Begitu pula
sebaliknya ketika seseorang dalam keadaan sedih maka cara mensikapiya adalah
dengan kesabaran sehingga ia tidak terjerumus dalam kesedihan yang
berlarut-larut.
Manusia tidak
akan mengalami satu masalah secara terus menerus dalam hidupnya. Begitu pula ia
tidak akan berada dalam satu kesenangan secara terus-menerus dalam hidupnya.
Keadaan manusia silih berganti, terkadang seseorang merasa bahagia dan
terkadang seseorang akan merasa sedih. Terkedang manusia akan menemui sesuatu
yang membuatnya senang dan terkadang ia juga akan menemui sesuatu yang
membuatnya sedih. Sesungguhnya yang paling baik menyikapinya adalah yang paling
bijak menghadapi situasi dan keadaan yang ada di hadapannya.
Setiap manusia
tentu mendambakan kebahagiaan dalam kehidupannya. Namun sesungguhnya kebahagian
dapat dirasakan dalam setiap kondisi dan keadaan. Karena kebahagiaan bukan dari
harta, pangkat atau kedudukan, bukan pula dari keturunan maupun dari keindahan
paras. Sesungguhnya kebahagiaan ada dalam hati. Walapun seseorang dalam keadaan
sakit kalau hatinya lapang maka ia dapat merasakan kebahagiaan. Walapun
seseorang ditimpa banyak masalah maupun keadaan yang kurang menguntungkan
baginya, jika hatinya lapang dan luas maka ia akan tetap meresakan ketentraman
dan kebahagiaan dalam kehidupan dirinya.
Sebaliknya
walaupun seseorang memiliki harta yang melimpah namun jika hatinya sempit maka
ia akan tetap sulit untuk merasakan ketentraman dan kebahagiaan. Walaupun
seseorang punya kedudukan tinggi, paras menawan dan berbagai nikmat lainnya,
namun jika hatinya tidak lapang maka ia akan sulit merasakan ketentraman dan
kebahagiaan. Kebahagiaan akan mudah didapatkan manakala seseorang menyikapi
keadaan dirinya dengan hati yang lapang. Dengan hati yang luas mampu
mengecilkan masalah besar sekalipun. Ibarat kata jika hati itu luas maka
masalah hanya seperti titik-titik yang tidak terlihat sehingga tidak banyak
mempengaruhi ketentraman hati.
Semoga
bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar